Pages

  • Home

𝑪𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝑻𝒂𝒏𝒑𝒂 𝑩𝒂𝒕𝒂𝒔

ʙʏ ᴀᴢᴋᴀ ʜᴀɴɪꜰᴀʜ

    • Kisah
    • Opini
    • Jejak
    Have you ever felt this before??

    Okay let's talk about that..

    Selama ini kita melihat begitu banyak perbedaan yang terjadi di sekitar kita. Bahkan sedari dulu perbedaan ini telah ada. Status sosial, ras, agama, suku, bangsa. Seringkali menjadi faktor utama akan perbedaan. Tapi di postingan kali ini gue akan melupakan faktor tersebut sejenak dan mencoba membahas faktor lain.

    Begitu banyak sosial media bermunculan dari tahun ke tahun. Ada yang bertahan dan ada yang "tumbang". Haha lucu memang mengingat persaingan para developer. Unjuk jari diantara barisan code. Unjuk jari dibelakang layar. Tetapi apa yang ditampilkan didepan seringkali palsu dan terkesan munafik. Semua orang bisa memainkan semua karakter. Tak jarang juga berakhir dengan kebencian. Gue bukanlah seorang pengguna sosial media yang gila. Its still to be a normal. Tapi bisa jadi gue seorang pengamat sosial media. Yah maybe. Mengamati perilaku dan kepalsuan disana. 

    Sebuah kepribadian yang terbentuk dari dulu tanpa kalian menginginkan hal itu dan tumbuh pesat di lingkungan yang "aneh". Satu tahun, dua tahun, bahkan bertahun-tahun terjebak dalam pertemanan yang sama sekali tidak -bersahabat. Dan pada suatu saat kalian ingin keluar dari lingkungan tersebut. Dan berharap hari itu tak lagi datang. Berat memang untuk seorang manusia Introvert. Mereka acapkali disebut sebagai kaum anti sosial. Padahal kenyataannya bukanlah seperti itu. Mereka hanya ingin menikmati hari mereka, hanya ingin memiliki kualitas waktu serta hidup dengan dirinya sendiri. Tak mudah bagi seorang Introvert. 

    "Pembuktian apapun yang kau lakukan tak akan berarti jika mereka telah membangun benteng dan menggunakan topeng supaya bayanganmu tidak masuk"

    Kini jeratan itu telah lepas, tetapi kepribadian itu telah tertanam jauh ketika memutuskan untuk bergabung ke dalam sosial media. Dimana notabene disanalah tipu muslihat berkumpul. Kepalsuan dan tidak adanya pengakuan berkumpul. Tarik ulur seringkali terjadi. Apapun yang dilakukan hanyalah sepotong layar yang pengendalinya ingin eksis.  But who's care?? Nothing. Sedih gak? Ah itu sudah tidak penting lagi. Hati gue sudah terlanjur kuat karena tempaan yang dulu senantiasa menghiasi hidup. Dari sini gue berpikir, mindset seseorang tidak akan berubah jika pikiran itu telah buruk. Terlalu banyak zat kimia berbahaya. Mau jungkir balik pun tidak akan ada yang peduli,

    Sekarang mari kita pergi dari tempat terkutuk itu.
    Beranjak ke tempat dimana roda itu telah membawamu ke tempat yang baik. Tidak ada lagi kepalsuan disana, yang ada hanyalah kehidupan yang sesungguhnya. Disana, di dunia maya sana gue gak menemukan pasukan alay. Pemakai media sosial yang menggunakan otak dan skill. Lebay? Tapi ini kenyataan. Apa yang gue sharing, apa yang gue tulis mendapatkan respon yang positif. Jangan ngomong jabatan, mereka orang berpangkat tetapi bisa menghargai tulisan bodoh gue. Sekarang pertanyaan bodoh itu muncul "apa kita harus pergi ke dunia dimana tak seorangpun mengenalimu dan kau bisa dengan sesuka hati menunjukan dirimu tanpa kau harus malu untuk diabaikan??" dan gue merasakannya sendiri. 

    Lingkungan, who's behind you, merupakan faktor untuk menentukan kebahagiaanmu. Dari sini gue belajar bahwa pembuktian apapun yang kau lakukan tak akan berarti jika mereka telah membangun benteng dan menggunakan topeng supaya bayanganmu tidak masuk. 
    Continue Reading
    Akhirnya kesampaian juga bikin postingan yang isinya akan bermanfaat bagi orang lain *uhuk*
    Biasanya isi postingan gue itu, curhatan dan opini gak jelas, tapi hari ini gue bakalan post sesuatu yang barangkali sedang kalian butuhkan. Berbahagialah kalian yang membaca dan menemukan tutorial ini di blog gue *nangis .. Jangan lupa mampir di postingan gue yang lain yaa 😍

    Sedikit cerita, gue menyelami dunia blog udah lama banged. Sejak kelas 2 SMP. Berawal dari keinginan punya website sendiri tapi bodohnya gue gak tau caranya sama sekali dan biayanya juga mahal. Jadi waktu itu bokap gue baru aja pulang dan membawa sebuah buku dimana dari buku itulah gue mengenal blog. Gue happy banged setelah tau kalau mau bikin blog itu gratis. I learn from that book, karena waktu itu internet baru mulai semarak di kampung gue dan gue juga belum terbiasa untuk googling. And finally I have a blog! Bermodalkan internetan di warnet, jadilah blog pertama gue. Tapi yang namanya manusia tidak pernah puas, gue pun bosan melihat tampilan blog yang "itu-itu aja". 

    Dari rasa ingin tahu tadi "gimana caranya biar tema blog gue bisa berubah", gue jadi tau apa itu template dan berkat blog "gue jadi tertarik untuk belajar pemrograman". Bahasa pemrograman yang pertama kali gue tahu dan gue cintai sampai saat ini : HTML. Gue rasa gue gak perlu ngejelasin ke kalian apa itu template, tapi kurang lebih maksudnya begini.

    Template Default

    Menggunakan Template Pihak Ketiga

    Keliatan kan bedanya dimana? Gambar pertama itu masih menggunakan template bawaan dari blogger (yang sudah disediakan oleh blog). Dan di gambar kedua setelah menggunakan template pihak ketiga. Pihak ketiga itu maksudnya adalah menggunakan template yang telah disediakan oleh beberapa situs (diluar pihak blogger), biasanya template ini telah dimodifikasi bahkan di create dari nol sebagus dan seinformatif mungkin. Bukan suatu keharusan jika mempunyai blog harus mengganti template default, tetapi itu balik lagi ke selera masing-masing. 

    Oke sampai sini paham?? Good.

    (Note : gambar pertama itu merupakan potongan layar dari blog temen gue. Silahkan mampir bagi pecinta kalimat penuh makna Ruang Cerita)

    Berhubung karena dari tadi gue banyak bacot, jadi gue langsung saja. Oya jangan sampai ada step yang terlewatkan. Jika ada yang kurang paham boleh tinggalkan jejak di kolom komentar atau email gue.

    Bahan :
    1. Download template blog. 
    Ada dua situs penyedia template gratisan yang menurut gue oke. Bisa langsung cari di BTemplates atau Gooyabi Template. Disini gue make template dari Gooyabi.

    Tampilan situs Gooyabi Template

    Silahkan cari template yang menurut lo sesuai dengan style lo sendiri. 


    Contohnya gue milih tema simple seperti di gambar. Disitu ada button "Live Preview" dan "Download". Klik "Live Preview" kalau lo pengen liat tampilan template dalam satu layar full. Gue saranin untuk selalu Live Preview biar nantik lo dapat gambaran kira-kira template itu sesuai atau gak dengan style dan kebutuhan lo. Kalau udah yakin, klik button "Download". 


    Pastikan file yang lu download formatnya .zip

    2. Ekstrak file yang telah didownload.
    Setelah selesai, file yang tadi udah lo download lo ekstrak. Gunanya biar kita dapet satu folder (nama folder sesuai dengan nama template) yang berisikan file code dan file pendukung lainnya. Disini gue ekstrak file menggunakan 7zip.


    Setelah itu silahkan lo bukak folder hasil ekstrak tadi dan pastikan di dalam folder itu ada beberapa file seperti gambar dibawah.

    Folder sesuai dengan nama template


    File yang ada di dalam folder 

    Dan pastikan juga ada file yang formatnya XML karena kalau gak ada file itu, lo gak bisa ganti template blog lo. File berformat XML berisikan kode-kode yang nantinya bakal lo gunain buat mempercantik blog.

    Sekarang lo udah punya bahan file XML, sekarang kita masuk ke tahap eksekusi.

    1. Buka file XML tadi menggunakan Notepad++ 
    Bisa menggunakan Notepad biasa tetapi kekurangannya kode yang ditampilkan tidak beraturan. Sebenarnya tidak masalah, tapi jika menggunakan Notepad++ lo bisa sekalian belajar karena kode yang tampil pun akan beraturan. Akan menguntungkan jika ada yang mau lo edit di template tersebut seperti menu.

    Kode-kode yang ada di file XML

    2. Copy semua kode yang ada di Notepad++
    3. Selanjutnya silahkan login ke blog kalian, lalu pergi ke bagian "Tema"


    Klik "Edit HTML" (perhatikan gambar baik-baik).

    4. Delete semua kode yang ada pada box HTML tersebut. 
    Saran : sebaiknya kode tersebut kalian backup terlebih dahulu. Dengan cara copy lalu paste ke Notepad++. Save dengan nama "Template Backup".


    Setelah di-delete, silahkan paste semua kode yang ada di file XML tadi ke dalam box HTML (perhatikan gambar diatas). Lalu klik "Simpan Tema". 

    Silahkan kalian refresh page dan klik "Lihat Blog" yang ada di pojok kiri.

    Eksekusi template selesai!!!!

    Sekian tutorial "Cara Mengganti Template Default Blog" ala bahasa gue. Kalau ada yang kurang paham silahkan tinggalkan jejak atau DM gue di Instagram. 

    Semoga bermanfaat. Thankyou!! 





    Continue Reading
    Bukan pertemuan yang sesungguhnya, melainkan perbincangan yang terjadi di dunia maya. But Why I called "a good thinking person"? Because baru kali ini gue ngepost sesuatu yang ditanggapi positif dari orang-orang hebat. Kali ini cerita yang akan gue share terjadi di "LinkedIn".

    Gue baru join di LinkedIn sekitar beberapa bulan yang lalu. Bukan karena gue gak tau apa itu LinkedIn melainkan pada saat itu gue merasa "belum terlalu butuh" but I do some a mistake. Gue baru ngeh kegunaan dengan memiliki akun di LinkedIn setelah gue butuh pekerjaan. Ibaratnya LinkedIn merupakan sosial media yang dikhusukan untuk para "kaum elit". Just kidding dude. Disana gue menemukan postingan dari orang-orang hebat, bukan hanya sekedar share tentang "their lifestyle", pamer OOTD ataupun kegiatan-kegiatan gak penting lainnya seperti di sosial media yang biasa gue gunain. Bahkan setiap berangkat kerja, gue selalu meluangkan waktu beberapa menit hanya untuk sekedar membaca postingan yang tentunya memiliki banyak manfaat buat gue.

    Mengenai postingan, gue sebagai "anak baru" mencoba untuk membuat post untuk pertama kalinya dan apa yang gue dapat? Respon positif and I am happy. Walau gue kalah jumlah like dan komentar but I am still get happy. Jadi di postingan itu gue membahas masalah "Euforia Kelulusan". Hati gue tergerak untuk menulis mengenai hal itu karena gue sendiri telah mengalami beberapa bulan yang lewat dan sebagian teman-teman gue baru ngerasain hal itu sekarang. So what the conclusion??

    Jadi gini, gue akan menyinggung mengenai Euforia Kelulusan disini.
    Gue lulus pada tahun 2018 tepatnya bulan April yang lalu dalam kurun waktu 3,5 tahun. Its a great? I think yes but not now. Dengan bangganya gue mengantongi gelar sarjana, serta ijazah yang berisikan nilai-nilai bagus plus IPK yang gak bisa dibilang rendah. Bangga, tentu saja. Tetapi rasa bangga itu hanya bertahan sebentar. Gue tipe orang yang tidak terlalu suka berdiam diri dirumah tanpa ada kesibukan. Kebanggaan itu sirna ketika gue akan membuat CV (note: Curriculum Vitae). Pada akhirnya gue tersadar, bahwa gue tidak mempunyai pengalaman satu pun. Entah itu magang, volunteer, organisasi atau kegiatan lainnya. Gue sempat terpikir untuk kuliah lagi tapi biaya untuk S2 tidak semurah itu. Gue pun memutuskan untuk mencari pekerjaan dengan harapan uang yang terkumpul itu nantinya akan gue gunakan untuk biaya les. Karena gue mau meringankan beban orangtua mengingat biaya yang telah dikeluarkan oleh orangtua ketika gue skripsi tidaklah sedikit.

    Rasa malu akan diri sendiri ketika melihat "I am nothing" disaat gue melihat orang lain yang jauh lebih kaya pengalaman dan ilmu daripada gue. Euforia kelulusan itu tak lagi gue rasakan. Dan disaat ini ketika gue melihat teman-teman gue yang baru lulus, gue bisa ngerasakan rasa haru mereka disaat gue berada pada posisi mereka beberapa bulan lalu. Itu hak mereka, seperti dulu. Itu hak gue untuk bahagia. Tapi itu hanyalah sebentar.

    Sedetik yang lalu itu tetaplah "masa lalu"..
    So mau kau apakan gelar sarjanamu itu??  


    Hidup ini bukan hanya sekedar angka. Karena angka tidak akan terbentuk hanya karena yakin. Tetapi terus berusaha, berdoa, dan terus melangkah walau seribu pedang ada disetiap langkahmu.
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Azka's Blog

    Photo Profile
    AZKA HANIFAH
    Backend Engineer

    A backend engineer from Indonesia. Have passionate Backend and UI/UX Design. But I am still a woman that loving beauty and code.

    Follow Me

    • linkedin
    • twitter
    • instagram

    Labels

    Beauty Daily Interview Jejak Kisah Opini Skincare Story Tips Tutorial

    Archive

    • ►  2022 (1)
      • ►  Desember 2022 (1)
    • ►  2021 (1)
      • ►  Desember 2021 (1)
    • ►  2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (11)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  September 2019 (1)
      • ►  Agustus 2019 (6)
      • ►  Mei 2019 (2)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ▼  2018 (13)
      • ►  Desember 2018 (2)
      • ▼  November 2018 (3)
        • Got a Different Response
        • [Tutorial] Cara Mengganti Template Default Blog
        • Meet with A Good Thinking Person
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  Agustus 2018 (3)
      • ►  Februari 2018 (1)
    • ►  2017 (2)
      • ►  Agustus 2017 (2)

    Statistic

    Podcast Twitter Instagram Tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top