Pages

  • Home

𝑪𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝑻𝒂𝒏𝒑𝒂 𝑩𝒂𝒕𝒂𝒔

ʙʏ ᴀᴢᴋᴀ ʜᴀɴɪꜰᴀʜ

    • Kisah
    • Opini
    • Jejak

    Nah balik lagi ke celotehan gue. Kali ini gue mau bahas tentang Do's dan Dont's pada CV, terus pas Interview ngapain aja, behind the scenes Interview (proses dibalik Interview itu gimana). Tentu saja semuanya berdasarkan hasil dari workshop serta ada tambahan opini dari gue sendiri (sudut pandang goblok gue). Okay here you go!!!!!!!!!!

    Buat yang belum baca artikel sebelumnya bisa baca disini Interview Insiders : Part 1

    Pas mau bikin CV, hal apa aja sih yang harus dicantumin?
    Bukan lu aja yang bingung, orang kayak gue juga pernah ngalamin hal yang sama. Karena CV ibarat your identity. Itu tampang lu di depan HRD, tampang non fisik. Tampang yang bakal dipertanyakan pada saat Interview. 

    Do's 
    1. Put your main profile on the top
    Jadi maksudnya, cantumin informasi pribadi lu yang paling penting. Seperti nama, tanggal dan tempat lahir, agama dan status, nomer handphone, alamat lengkap, e-mail, dan kalau bisa akun LinkedIn juga lu cantumin. Social media? I don't think that so important to show in CV.

    2. Education (Formal & Non-formal)
    Formal
    Last edukasi bisa lu bikin maksimal dari SMA. Ada beberapa versi yang gue liat, pertama ada yang bikin history pendidikan mereka mulai dari SMA baru kuliah tapi ada juga sebaliknya. Tapi gue pribadi lebih milih yang benar-benar last yaitu S1 (S2 kalau lu udah dapet titel master). Jadi urutannya S2-S1-SMA. Jangan lupa cantumin tahun periode, nama kampus, jurusan (plus IPK jika IPK juga salah satu syarat di perusahaan tersebut).
    Non-Formal
    Sebisa mungkin kalau lu mau cantumin history pendidikan lu yang non-formal, bikin yang bener-bener relevan dengan jenis pekerjaan yang lu apply (itu menurut gue). Misal lu apply ke jenis job jadi akuntan, tapi pendidikan non-formal lu pernah kursus masak. Nyambung gak sih? Atau waktu kuliah lu ada kelas lecture, ada dosen dari LN yang ngasih materi. Its okay lu cantumin tidak masalah.

    3. Pengalaman Kerja
    Buat yang fresh graduate, pengalaman kerja bisa diambil dari pengalaman kalian selama magang atau internship. Kalau yang udah kerja selama setahun, bisa cantumin pengalaman kerja kalian selama satu tahun itu. Jangan lupa dibikin tahun, perusahaan/instansinya apa, job position, serta deskripsi kerja sesingkat, padat dan seinformatif mungkin. Waktu bikin deskripsi plisss jangan lebay dan jangan terlihat "over" membanggakan diri. Nanti kesannya malah bikin nilai lu di mata HRD jatuh.

    4. Skill
    Bikin daftar skill yang mana itu benar-benar skill kamu dan bisa dipertanggung jawabkan! Jangan sok gaya-gayaan demi terlihat keren di CV. Bisa-bisa kredibilitas kamu dipertanyakan. Kata mba Bella, semua history lu ketika Interview itu selalu dicatet dan ada arsipnya. Jangan sampai si perusahaan kapok ngeInterview lu! Alias blacklist!! Gak mau kan?? Terus cantumin skill yang bener-bener ada kaitannya dengan job position yang lu apply. Tambahan mungkin keahlian make Ms Word dan keluarga. 

    Nah itu yang Do's. Sekarang kita bahas yang Dont's.

    Dont's
    1. Jangan cantumin hal yang kurang begitu penting!!!
    Seperti : hobi.
    2. Jangan bikin CV dengan bahasa yang berbelit-belit
    3. Hindari design CV yang banyak warna. Warna-warna soft lebih disarankan.
    4. Hindari TYPO!!
    5. Jangan sampe CV lu lebih dari 2 halaman. Karena para recruiter dan HRD gak cuma menyeleksi CV lu, tapi ribuan gaes!! Inget, RIBUAN!!!!

    Ada beberapa tips dari gue walaupun gue gak begitu ahli :
    1. Usahain semua informasi penting ada di halaman depan. Mulai dari :
    - Profil
    - Deskripsi singkat lu
    - Pendidikan 
    - Pengalaman kerja
    - Skill (pure skill kalian)
    - Mini Project (kalau ada)
    - Portfolio (yang ini cuma buat jenis pekerjaan tertentu, contoh designer atau programmer, atau arsitektur). Biasanya kalau yang designer/arsitektur portfolionya dipisahin. Tapi kalau programmer/developer cukup cantumin akun Gitlab/Github kalian. Biar mereka ngecek sendiri source code kalian gimana, mulai dari style hingga seefektif apa kalian menulis code.
    2. Kalau tetap pengen cantumin hal seperti hobi, passion lu apa, lebih baik itu ditulis diakhir aja

    Untuk design, sepertinya itu bergantung kepada jenis pekerjaan apa yang mau kali
    an apply. Jika dibagian teknik, ya bisa jadi design tidaklah terlalu penting. Tapi usahain BE YOURSELF! Jangan gaya-gayaan, jangan bohong.


    Okay, gue rasa udah cukup. Mungkin diantara kalian ada yang mau nambahin?
    Next gue bakal bahas, sebenernya faktor apa aja yang diliat waktu Interview? So lets check this out!
    1. Please be ON TIME!
    Datang tepat waktu merupakan first impression yang diliat. Dari sana bisa keliatan kalau diri kita ini serius atau tidak untuk menjalani Interview. Walau keliatannya cuma sepele tapi ini adalah salah satu faktor utama. Usahakan datang 15 menit sebelum jadwal Interview, dengan begitu kalian bisa lebih mempersiapkan diri dan nafaspun teratur (walaupun pas udah di depan HRD agak gugup sih hahaha)
    2. Wear your own the best clothes!
    Gak harus selalu formal, karena ada beberapa perusahaan yang tidak terlalu suka dengan pakaian formal. Yang penting sopan, rapi dan tidak berlebihan! Jangan pakai pakaian yang ribet, simpel-simpel saja. Terus jangan pake yang berwarna ngejreng atau berat, yang soft-soft aja. Inget gaes, gue pernah mau Interview di suatu perusahaan, dan mereka gak mau para kandidat pake baju putih! Nah ini kalian juga harus tau ya.Yang cewe yang berhijab, jangan pake hijab yang ribetttttt banget! 
    3. Jangan lupa : SALAM!
    Yap! Etikanya ketuk pintu dulu, ucapkan salam, tunggu dipersilakan masuk, jangan lupa senyum, berjabat tangan sambil membungkukan badan, kalau udah dipersilakan duduk baru lu duduk. Jangan nyelonong aja, emang maling? 
    4. Tegakan badan, pandangan lurus, jangan tegang!
    5. Don't over use language body!
    Maksudnya jangan terlalu berlebihan menggerakan tangan.
    6. Kenali siapa orang yang ngeInterview lu!
    Lu bisa tanyakan perihal siapa yang akan ngeinterview lu ke orang yang ngasih informasi kalau lu kepanggil Interview. Kenapa harus tahu? Sukses atau tidaknya proses Interview lu salah satunya bergantung dari siapa yang akan ngereview lu. Bisa jadi orang itu ceria, atau tegas, cewe atau cowo, muda atau tua, posisinya apa, lu harus tau. Agar lu bisa memposisikan diri lu di hadapan mereka nantinya. 
    7. Jangan cemberut!
    8. Jawab semua pertanyaan sejujur mungkin. 
    Inget ya, ketika menjawab pertanyaan jangan mengada-ada, kalau gak tau ya bilang gak tau. Lu juga gak boleh jawab ngasal, jangan sok tahu. Lebih baik jujur bilang gak tahu. 
    9. Kuasai CV!
    Ya kali HRD lu inget semua detil CV lu, bisa jadi mereka kembali menanyakan hal yang sudah tercantum di CV tetapi dalam hal detail! Jadi kuasai CV lu, kalau lu bikin CV itu sejujur mungkin, gue yakin lu pasti lancar buat ngejawab dan ngejelasin semuanya.
    10. Control your emotional!
    11. Jangan lupa bawa dokument penting ke ruangan, seperti sertifikat mungkin?

    Jadi intinya, tinggalkanlah kesan yang baik di hadapan Interviewer. Siapapun yang ngeinterview lu, please leave your good personality! Buat mereka terkesan dengan skill dan kepribadian lu. Nah buat yang apply jadi programmer, ada tambahan dari gue :
    1. Review kembali yang udah lu pelajari
    2. Kuasai codingan yang lu bikin
    3. Prove your skill with action! Jika diminta sih hahaha
    Ya kurang lebih gitu, karena gue sendiri baru dua kali Interview. Ini hasil dari kekepoan gue ke senior programmer di kantor gue. 

    Lalu behind the scenes sebelum Interviewer ketemu dengan kandidat.
    Mba Lita said, bahwa ketika CV lu masuk beserta CV2 yang lain ke email resmi mereka, mereka akan melakukan proses screening terlebih dahulu. Apa aja point-point yang harus diperhatikan? Bisa dibaca di artikel gue sebelumnya. Setelah itu, maka keluarlah CV yang akan siap untuk di "introgasi". Biasanya para recruiter bekerja sama dengan manager perusahaan. Jauh daripada itu, sebelum info lowongan disebar, mereka akan diskusi terlebih dahulu tentang requirement apa aja yang dibutuhin untuk posisi tertentu. 

    Oke gue rasa cukup sampai disini. Thankyou banget yang udah baca dan big thanks to mba Lita dan mba Bella atas workshopnya yang begitu hebat dan juga kepada Generation Girl! Thankyou sooo much! Next kalau ada yang kelupaan gue bakal tambahin atau bisa jadi gue bikin artikel yang baru. Tunggu aja ya, See You!
    Continue Reading

    Yesterday, gue baru aja selesai ngikutin workshop yang diadain sama startup non-profit kece yaitu Generation Girl!! Topik yang dibahas sebenernya bisa gue googling sendiri via mbah google tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii alasan kenapa gue ngikutin workshop ini adalah : Pertama karena event ini diadakan di Tokopedia Tower. Kapan lagi kan gue bisa "nyemplung" dan main ke kantornya Tokopedia, syukur-syukur kalau suatu saat gue apply for a job position di Tokopedia dan kepanggil Interview, nah kalau gak?? Terus alasan yang kedua adalah salah satu speakernya datang dari perusahaan teknologi raksasa thats GOOGLE! Omaigat! Kurang kece apalagi event ini, gue bersyukur banget dan berterimakasih sama Generation Girl karena udah ngadain event ini. 

    Jadi workshop ini tuh main topicnya adalah membahas masalah adab ketika interview, kurang lebih begitu. Itu ekspetasi gue dan ketika datang pas hari H, bener-bener diluar ekspetasi gue. Karena apa, karena speakernya sangat-sangat berkualitas dan gue puas dengan ilmu yang mereka berikan. Sebagai bocoran sekaligus bentuk pamer (hueheh), speakernya dibawakan oleh mba Bella (Isabella Wibowo) dari Google. Beliau ini menjabat sebagai Global Product Partnership di Google dan sebelumnya pernah bekerja di Jepang dan Singapura. Speaker yang kedua datang dari Tokopedia, yaitu mba Lita (Lita Rosalia). Beliau menjabat sebagai Senior Recruitment Manager di Tokopedia. Keduanya cewe dan tentunya sangat menginspirasi buat gue. Jiwa kebodohan gue serasa diketuk ketika melihat betapa hebatnya dua orang ini. Lu tau sendiri kan gimana susahnya bisa masuk dan bekerja di Google serta Tokopedia?? 

    Oke, pamer dan rasa bangganya udah selesai. Sekarang kita masuk ke pembahasan yang pengen gue bahas. Berhubung karena point-point yang akan gue jelasin dibawah bersumber dari speaker yang kredibel, ya setidaknya gue berharap semoga point-point dan topik yang gue bahas bermanfaat buat kalian yang sudah berkenan membaca. Oya sebelumya gue minta maaf kalau pembahasan gue ngalor ngidul, gak jelas, bahasanya acakadul. Karena disini gue hanya menyampaikan "kembali" point-point itu dengan bahasa dan gaya gue sendiri ke kalian plus sudut pandang gue terhadap apa yang telah disampaikan kemarin. 

    Pertama, gue mau bahas dari sudut pandang HR (Human Resources). 
    Sebenernya, bagaimana proses screening dari sebuah CV yang dikirim via email??

    1. Universitas
    Yap! Ini salah satu hal yang paling mendasar. Kalian dari lulusan mana? Sebenernya ini jadi momok yang menakutkan buat gue pribadi dan sedikit tidak adil. Gue sering melihat dan merasakan sendiri ketimpangan dan rasa pilih kasih terhadap mereka yang lulusan kampus negeri atau swasta dan terkenal atau tidak terkenal. Mau protes? Ke siapa? 

    2. GPA 
    GPA atau biasa kita sebut IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Ini juga jadi salah satu hal yang menakutkan di sebagian besar mahasiswa. Tak sedikit perusahaan yang mensyaratkan IPK minimal 3.00 bahkan 3.25. Padahal tak semua mahasiswa berIPK rendah itu bodoh dan tidak semua mahasiswa punya IPK tinggi itu murni karena pintar. Gue ngomong gini bukannya mau meremehkan siapa-siapa, tapi kenyataannya seperti itu. Dan Alhamdulillah saat ini gue sedikit lega, karena IPK bukanlah jadi syarat mutlak untuk melamar sebuah pekerjaan. Alhasil, kebijakan seperti ini memberikan angin segar buat teman-teman diluar sana yang kurang beruntung dalam hal IPK karena mereka mengandalkan SKILL! Gue sering nemuin anak yang IPK tinggi tapi cuma hebat di teori.

    3. Jurusan yang diminta sesuai dengan jurusan kalian! 
    Kecuali "menerima segala jurusan". Nah ini beda lagi. Contoh ada lowongan pekerjaan sebagai programmer. Kualifikasi yang mereka minta adalah berasal dari jurusan Sistem Informasi atau Teknik Informatika. Atau ada lowongan sebagai HRD tapi yang diminta berasal dari jurusan Psikologi. Ini salah satu penentu. Bagaimana jika background jurusan kalian tidak sesuai dengan yang mereka minta tapi kalian tetap nekad apply? Boleh atau gak? Jawabannya BOLEH! Emang ada yang larang. Tapi dipastikan CV kalian langsung diskip. Hahaha!! 

    4. Volunteer/Organisasi
    Volunteer atau relawan. Saat ini sudah banyak forum atau suatu komunitas yang sering open for volunteer. Banyak banget! Tinggal kalian tekun dalam mencari informasi. Jangan cuma menunggu doang, keep active dong! Dan satu lagi pengalaman organisasi. Kenapa dua hal ini juga masuk ke dalam list screening? Pertama dari segi organisasi. Organisasi bisa saja dilakukan diluar atau didalam kampus. Kalian bisa melatih jiwa kepemimpinan, bekerja bersama-sama atau team working. Dan memecahkan masalah bersama. Kalau kalian aktif di organisasi, secara tidak langsung kalian telah mangasah soft skill kalian untuk kalian bawa di dunia kerja nanti. Hal ini tidak bisa kalian dapatkan didalam kelas. Kalian perlu mengasah softskill diluar aktivitas belajar. Jangan cuma jadi mahasiswa kupu-kupu. Kerjaannya cuma belajar atau kongkow gak jelas. Kedua dari segi volunteer. Ini menandakan bahwa kalian bukanlah makhluk anti sosial, kalian mau membaur dengan sesama, kalian aware dengan keadaan sekitar dan berkontribusi. Mana ada perusahaan yang mau punya karyawan yang anti sosial?? Eits inget ya, ketika ikut di organisasi, usahakan kalian punya kontribusi yang membangun. Kalau cuma jadi pelengkap buat apa?

    5. Sertifikasi (Keahlian/Bootcamp/Lomba)
    Ingat! Yang gue maksud disini bukan sertifikat menang lomba makan kerupuk. Bukan! Maksud gue adalah sertifikasi keahlian. Ini tuh berguna banget buat kalian yang baru lulus kuliah alias fresh graduated! Sertifikasi yang gue maksud adalah misalkan kalian ikut kelas coding/bootcamp kayak gue, dan di akhir kelas kalian diberikan ujian. Lalu setelah lulus kalian dapat sertifikat pengakuan/keahlian. Gunakan sertifikat ini sebaik mungkin untuk apply in job position yang kalian mau (relevan dengan sertifikat yang dimiliki). Bisa juga sertifikat lomba dan lomba yang kalian ikuti juga sesuai dengan pekerjaan yang mau kalian apply. 

    6. Magang/Internship
    Dua-duanya hampir mirip. Biasanya di kampus-kampus mensyaratkana mahasiswanya untuk magang. Kalau ditempat gue sendiri biasa disebut KKN (Kuliah Kerja Nyata). Dan dikampus gue disebut PKL (Praktek Kerja Lapangan). Pada intinya sama. Usahain kalian dan kalau bisa kalian memanfaatkan waktu ketika magang/internship ini sebaik mungkin. Nilai plus buat para fresh graduated adalah karena pengalaman magang dan internship yang mereka miliki. Akan lebih bagus lagi kalau ketika magang/internship mereka bisa approve dan menyalurkan kontribusi, jadi betul-betul jadi "magang/internship yang berFaedah". 

    Next, gue bakal bahas lebih dalam lagi beserta sudut pandang gue pribadi. Artikel ini gue cukupkan sampai disini, part 2 akan segera menyusul. Stay stuned!!
    Continue Reading

    Welcome to 2019!!!!! Yipiiiii....... Antara senang dan sedih karena di tahun ini umur gue bakal berkurang lagi. But its ok selagi gue masih diberi kesempatan buat nulis artikel gak jelas di blog ini, kali aja di 2019 traffik blog gue naik Amin. How are you gaes and whats your resolution???

    Di tahun ini gue mencoba untuk keep active buat nulis lagi dan semoga terealisasikan. Walaupun yang baca belum banyak tapi gue yakin usaha tidak akan mengkhianati hasil. Pembuka tahun ini gue mencoba untuk mereview salah satu skincare kecintaan para kaum hawa di tahun sebelumnya. Agak telat sih sebenernya, kenapa gue baru ngereview sekarang, tapi yah semoga saja ulasan gue membantu kalian yang baru akan mencoba skincare yang satu ini di tahun sekarang.

    Note :
    "Gue bukan seorang profesional dan ahli dalam bidang kecantikan dan mengerti serta paham dengan komposisi suatu produk skincare. Disini gue hanya mencoba ngeshare pengalaman gue selama memakai produk ini dengan bahasa gue sendiri."

    So let talk about this !!!!!!!!!!!!!

    Packaging
    Kalau ngomongin soal packaging, kayaknya dari foto diatas sudah cukup menggambarkan hahaha.. Kemasannya gede banget sumpah, baru kali ini gue nemuin produk skincare yang kemasannya seperti ini (bego banget gue).


    Ini barusan gue foto tadi di halaman depan rumah dan seperti kalian liat kemasannya sangat tidak travel friendly. Bukan menjelekan tapi memang begitulah adanya. Memakan banyak tempat. Jadi saran gue kalau kalian mau nginep dirumah teman atau mau travelling dan pengen bawa produk satu ini, mending kalian pindahin beberapa lembar sesuai kebutuhan ke dalam jar.

    Kemasan ini bukan terbuat dari kaca, tetapi lebih kayak plastik tebal. Tutupnya pun juga tebal, ada sekitar beberapa inch (gue males ngukur haha). Dan tentunya transaparan. Lu bisa liat sendiri isi dari produk ini terpampang nyata dan sangat memanjakan kulit. Sesuai dengan variannya, Lemon jadi background tulisannya juga dibikin warna kuning. Ini yang gue suka, desainnya gak ribet. Dibagian belakang kemasan, ada penjelasan mengenai Neogen Dermalogy dan cara pemakaian. Tapi tulisannya gak bisa gue baca dengan jelas karena berwarna putih. Sedangkan dibagian bawah kemasan ada informasi mengenai tahun expired produk.


    Seperti gambar diatas, ketika kalian pertama kali bukak si produk ini, kalian tidak akan langsung meliat isinya, melainkan ada plastik pelindung semacam aluminium foil gitu untuk melindungi isi produk. Menurut gue ini salah satu upaya si Neogen untuk ngelindungi isi produknya. Gue sendiri gak ngebuka keseluruhan plastik pelindung, tujuannya ya itu agar isi produk tetap terjaga. Setelah itu, baru dah keliatan isi yang sesungguhnya yaitu "lembaran-lembaran eksfoliasi berwarna kuning nan menyejukan kulit" berjumlah 30 buah.

    Tesktur
    Urusan packaging selesai, sekarang gue mau ngebahas dari segi tekstur. Produk ini termasuk golongan produk eksfoliasi yang unik. Kenapa? Karena ia tidak berbentuk eksfoliate toner (cair) ataupun scrub (padat) yang seperti biasa lo temuin. Produk eksfoliate dari Neogen ini berbentuk lembaran yang telah direndam dalam cairan essence (menurut yang gue baca dari berbagai sumber). Terdapat dua sisi dalam lembaran tersebut.

    Sisi Pertama : Bagian Kasar

    Sisi ini merupakan sisi kasar yang pertama kali digunakan dalam aktifitas eksfoliate kulit. Walaupun permukaannya kasar tapi Insha Allah masih nyaman digunakan untuk pemilik kulit kering. Asal ketika digunakan tidak ditekan terlalu keras. Permukaan yang kasar ini digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan sebisa mungkin ketika pemakaian hindari kulit yang sedang berjerawat atau ditepuk-tepuk saja (agar cairannya tetap mengenai jerawat). 

    Sisi Kedua : Bagian Lembut

    Sisi kedua ini berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati yang telah terangkat. Bagian ini super lembut dan tentunya menenangkan kulit.

    Cara Pemakaian versi Gue
    Oya jeng gue make si neogen ini every two day in a week (eh bener gak sih englishnya gitu?)
    Karena ini eksfoliator jadi makenya jangan tiap hari bisa-bisa jadi rapuh kulit lo hueheh. Step pertama yang harus lo perhatiin adalah PASTIIN WAJAH DALAM KEADAAN NO MAKEUP alias bersih. Kalau bisa double cleansing (khusus yang make makeup lengkap). Kalau yang cuma make bedak/BB cream/two way cake dan lipstik sih gak apa-apa cuma satu kali cleansing tapi itu kembali ke kalian.

    Setelah bersihin muka, tepuk-tepuk muka dengan lembut menggunakan handuk (jangan pernah mengeringkan muka dengan cara digosok pake handuk!). Pastiin muka lo dalam keadaan kering. Lalu ambillah satu lembar neogen dan gunakan sisi kasar pertama kali, gosok di seluruh permukaan wajah, hindari daerah berjerawat (atau neogennya ditepuk-tepuk aja ke bagian yang berjerawat) dan jangan digosok kuat-kuat. Lakukan step tersebut selama kurang lebih 10 menit.

    Biasanya setelah step ini, gue diemin dulu beberapa menit biar cairan si neogen bener-bener nyerap dan pijat lembut wajah. Setelah itu, gunakan sisi neogen yang terakhir yaitu bagian sisi lembut. Ini akan membantu mengangkat sel-sel kulit mati yang sudah dikikis oleh sisi kasar. Pada step ini, lo boleh menggosokan ke bagian yang berjerawat karena permukaannya yang lembut sehingga tidak akan terjadi kontraksi. Eh maksud gue iritasi (maafkan sodara-sodara). Lakukan selama kurang lebih 10 menit (sampai tangan pegal juga gak apa-apa). Setelah itu biarkan kira-kira 2 menit dan bilas dengan air hangat. Why??

    Gue telah mencoba membilas wajah gue pake air hangat dan air biasa setelah melakukan kegiatan eksfoliating dengan neogen dan kesimpulannya :
    Dengan air biasa
    Gue ngerasa kulit gue gak ngerasain perubahan yang begitu kentara. Bagian kening gue yang rentan dengan jerawat juga agak kering. Dan tidak ada efek menyegarkan setelah dibilas dengan air biasa.
    Dengan air hangat
    Tapi yang anehnya ketika gue mencoba bilas pake air hangat, gue ngerasa efek menyegarkannya ada dan ngerasain hasil serta manfaat si neogen ini di wajah gue. Biasanya setelah bilas muka (after exfoliating), gue ngebiarin muka gue kering dengan sendirinya. Dan setelah kering muka gue juga lebih cerah dan perlahan tekstur kulit wajah juga membaik, result seperti ini gue dapatkan setelah ngebilas pake air hangat.

    So, gue menyarankan ke kalian agar membilas pake air hangat. Gue gak tau ini ada magis apa dan gue juga gak tau kalimat gue ini bener atau gak, gue cuma menyimpulkan dengan kebodohan gue sendiri. And the last, lo pakein skincare yang sama sekali gak bikin kulit wajah lo kering setelah eksfoliasi. Entah itu night cream atau mouisturizer atau serum, its up to you. Intinya jangan sampai lo pake bahan yang kontradiktif dengan neogen yang versi Lemon ini. Bisa-bisa efek dari neogen ini malah gaada hasilnya di kulit lo.

    I SUGGEST TO YOU............
    1. Pakenya minimal dua kali seminggu dan maksimal 3x (jangan keseringan)
    2. Dipakenya lebih baik di malam hari
    3. Sebelum make ini pastiin wajah bener2 BERSIH
    4. Kalau lo pengen make dua atau tiga macam eksfoliator dalam seminggu, nah si neogen ini cukup satu kali atau maksimal dua kali dan beri jarak hari pemakaian untuk eksfoliasi.
    Contoh :
    Day 1 : Neogen
    Day 3 : Scrub
    Day 5 : AHA/BHA Clarifying Toner
    Day 7 : Neogen
    atau
    Day 1 : Neogen
    Day 4 : Scrub
    Day 7 : Neogen
    5. Jangan lupa make sesuatu yang melembapkan kulit lo setelah eksfoliasi

    Kesimpulan
    Berdasarkan paparan gue diatas, kesimpulan dan informasi yang bisa gue beri :
    Positive Value :
    - Wanginya enak
    - Lembarannya gede jadi lebihnya bisa buat siku tangan dan kaki, tumit dan bagian kering lainnya hehe
    - Isi banyak dan tentunya hemat

    Negative Value :
    - Kemasan gede banged yaampun
    - Harga mahal tapi worth dengan manfaat yang diberikan
    - Ada alkohol
    - Kalau mau beli produk ini, beli di onlineshop aja yaa (setau gue belum ada di Century, Watson, ataupun Guardian. Storenya juga gaada di Indo. Setau gue yaa jeng)

    Price : 210K s/d 320K
    Where to Buy : on Shopee
    Recommended? : YES!!!!!

    Oke sekian review gue kali ini, semoga membantu *pelukgampar*
    Continue Reading
    Sebuah stigma, perbedaan, pemahaman konsep, pikiran, skeptis, sudut pandang yang dinilai berdasarkan penampilan. Headline postingan gue kali ini.

    Ingatan gue masih segar walaupun judul ini telah berdebu di draft blog, tepatnya dibuat pada saat hari Maulid Nabi. Sebenernya gue gak pengen bahas topik yang beginian tapi lama-lama merasa risih juga kalau semuanya dikaitkan dengan penampilan. Tepat pada tanggal 20 November 2018, temen-temen gue rame banget membahas masalah hukum perayaan Maulid Nabi dalam Islam dan rata-rata para penganut hijab dalam yang berkicau seperti ini. Termasuk temen gue yang sebentar lagi menuju tahap hijab dalam a.k.a hijab syar'i. Tapi kok kesannya gue benci banget yak dengan "hijab syar'i"? Bukan. Bukan seperti itu gaes. Jadi simak ocehan gue berikut ini.

    Gue tipikal orang yang senang baca, dari kecil sampai sekarang. Selain majalah Bobo gue juga seneng banget baca majalah Hidayah (yang cover depannya bikin orang mau tobat saat itu juga). Yup, dua majalah itu merupakan majalah favorit gue waktu kecil. Dalam artian kalau bacaan seperti itu telah menjadi makanan gue. Kalau dipikir-pikir gue ngerasa kalau apa yang gue baca bukan diperuntukan untuk anak SD, terlalu berat dan terlalu nyeremin (lu bakal tau kalau pernah baca majalah Hidayah). Kesimpulannya gue telah tertarik dengan hukum-hukum Islam, sejarah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan agama gue. Sedikit banyaknya gue telah mengetahui dari buku-buku yang telah gue baca dan pencerahan dari bokap. Kenapa gue gak jadi ustadzah aja? Karena gue berpikir itu adalah sesuatu yang berat untuk dilaksanakan, bayangin kalau ilmu lu masih dangkal dan lu dengan pedenya nyebarin hal minim yang lu tau tanpa mendalami dan mereka pada percaya dengan yang lu omongin dan ngikutin apa kata lu. Jika yang lu katakan masih jauh dari kata baik, dosa mereka siapa yang nanggung? Ya kita. Nah itu jawabannya.

    Sekarang mari kita hubungkan dengan soal penampilan. Adakah hukum alam yang menulis bahwa jika penampilan seseorang yang terlihat goblok bakal merepresentasikan ilmu yang ia miliki? No! Bagi gue hal seperti itu tidak ada. Sama sekali tidak ada. Adakah yang menjamin seorang professor memiliki ilmu yang sempurna? No! Tidak ada yang bisa menjamin. Lantas mengapa pengetahuan seseorang diukur berdasarkan penampilan?? Sama kasusnya seperti yang gue alami. Jadi mengenai perayaan Maulid Nabi, karena gatal akhirnya gue ngepost salah satu hukum perayaan Maulid Nabi dalam Islam lewat instastory gue (soalnya waktu itu rame yang protes kenapa perayaan Maulid Nabi dilarang). Dan story gue direspon oleh salah satu temen yang bisa dikatakan dia.................... sering nongkrong di Masjid. Ibaratnya dia terlihat dari luar sebagai seseorang yang agamis. Nah gue yang bukan pengguna hijab syar'i terkadang masih buka lepas hijab (cuma dirumah dan sekitaran kompleks), seperti tidak punya hak untuk menyampaikan pendapat gue hanya karena penampilan. Apakah penampilan agamis akan menjamin tingkatan iman dan pengetahuan seseorang? Apakah orang seperti itu berhak menjudge mereka yang tidak agamis? Seperti gue??

    Belajarlah untuk menghargai seseorang bukan dari penampilan. Hal bodoh semacam itu telah mendarah daging bagi sebagian orang. Tak hanya penampilan, berdasarkan jenis pekerjaan juga termasuk. Intinya tidak ada gunanya membedakan seseorang berdasarkan tampilan luar karena lu gak tau sesungguhnya apa yang ada dibalik otak mereka.


    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Azka's Blog

    Photo Profile
    AZKA HANIFAH
    Backend Engineer

    A backend engineer from Indonesia. Have passionate Backend and UI/UX Design. But I am still a woman that loving beauty and code.

    Follow Me

    • linkedin
    • twitter
    • instagram

    Labels

    Beauty Daily Interview Jejak Kisah Opini Skincare Story Tips Tutorial

    Archive

    • ▼  2022 (1)
      • ▼  Desember 2022 (1)
        • Sebenarnya Disiplin itu Apa?
    • ►  2021 (1)
      • ►  Desember 2021 (1)
    • ►  2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (11)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  September 2019 (1)
      • ►  Agustus 2019 (6)
      • ►  Mei 2019 (2)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (13)
      • ►  Desember 2018 (2)
      • ►  November 2018 (3)
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  Agustus 2018 (3)
      • ►  Februari 2018 (1)
    • ►  2017 (2)
      • ►  Agustus 2017 (2)

    Statistic

    Podcast Twitter Instagram Tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top